Selamat pagi
ayah, ibu
Semoga senantiasa
di beri kesehatan dan keselamatan setiap harinya.
Bagaimana keadaan
lampung hari ini? Apakah masih sama seperti saat aku pergi beberapa bulan
silam? Sudah hujan kah?
Di kota
ini, tempat yang ku tinggali kini, masih di landa musibah, asap dan kekeringan.
Allah masih belum member kami hujan, mungkin karena dosa-dosa kami begitu besar.
Yah, bu, sudah
lama sekali rasanya kita tak bersua, bahkan aku tidak menjengukmu saat momen special
lebaran idul adha kemarin, maafkan anakmu yang mungkin terlalu sering berpikir dangkal,
yang mulai menganggap hal-hal penting menjadi tidak penting lagi. Ayah…maafkan
aku membuatmu bersendirian di hari itu. Hal yang sangat kusesali kini.
Sedikit demi
sedikit aku mulai mengerti, saat ayah dan ibu mengajak kami menjenguk nenek dan
kakek disela kesibukan, hanya bermalam di sana, bahkan tak sampai 24 jam kita
berada di sana, hanya sekedar menampakkan wajah sebentar tuk melepas rindu.
Dahulu aku
merasa heran, mengapa ayah dan ibu melakukan hal itu, ku pikir itu adalah hal
yang melelahkan, terlebih ayah yang seharian berkerja, kemudian menyetir mobil
di malam hari, sesampainya di rumah nenek dan kakek ayah dan ibu bersenda gurau
hingga larut malam, kemudian esok shubuhnya kembali menyetir untuk pulang,
sesampainya di rumah ayah dan ibu kembali berkerja (lagi).
Ahh, betapa
letihnya hari itu, namun ayah dan ibu (masih) terlihat bahagia, aku
menemukannya sekarang, begitu pentingnya menjengukmu beberapa hari. Melepas penat
dari hiruk pikuknya dunia ini.
Aku akan
sering menjengukmu ayah, ibu, barang sehari atau dua hari. Maafkan aku belum
bisa memberimu apapun, bahkan sebuah kebanggaanpun aku belum bisa memberinya.
Ayah, ibu,
usiamu kini semakin senja, mohon beri aku izin untuk membahagiakan kalian
terlebih dahulu, dan memberikan kesempatan hingga kepada si bungsu untuk bisa
berbakti kepadamu dahulu, aku meminta pula kepada Allah, semoga doaku ini
dikabulkan-Nya.
Ayah, ibu,
beberapa hari ini terasa begitu penat, seperti beban ini begitu banyak, padahal
bebanmu masih lebih besar dari beban yang ku pikul, bukan?. namun bolehkah aku
menemuimu beberapa hari saja?. Maaf jika aku terkesan egois padamu, datang
ketika aku terpuruk dan pergi ketika aku membaik. Ahhh, anak ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar