nurul hikmah
Selasa, 19 April 2016
Senin, 19 Oktober 2015
A Letter for My Parents
Selamat pagi
ayah, ibu
Semoga senantiasa
di beri kesehatan dan keselamatan setiap harinya.
Bagaimana keadaan
lampung hari ini? Apakah masih sama seperti saat aku pergi beberapa bulan
silam? Sudah hujan kah?
Di kota
ini, tempat yang ku tinggali kini, masih di landa musibah, asap dan kekeringan.
Allah masih belum member kami hujan, mungkin karena dosa-dosa kami begitu besar.
Yah, bu, sudah
lama sekali rasanya kita tak bersua, bahkan aku tidak menjengukmu saat momen special
lebaran idul adha kemarin, maafkan anakmu yang mungkin terlalu sering berpikir dangkal,
yang mulai menganggap hal-hal penting menjadi tidak penting lagi. Ayah…maafkan
aku membuatmu bersendirian di hari itu. Hal yang sangat kusesali kini.
Sedikit demi
sedikit aku mulai mengerti, saat ayah dan ibu mengajak kami menjenguk nenek dan
kakek disela kesibukan, hanya bermalam di sana, bahkan tak sampai 24 jam kita
berada di sana, hanya sekedar menampakkan wajah sebentar tuk melepas rindu.
Dahulu aku
merasa heran, mengapa ayah dan ibu melakukan hal itu, ku pikir itu adalah hal
yang melelahkan, terlebih ayah yang seharian berkerja, kemudian menyetir mobil
di malam hari, sesampainya di rumah nenek dan kakek ayah dan ibu bersenda gurau
hingga larut malam, kemudian esok shubuhnya kembali menyetir untuk pulang,
sesampainya di rumah ayah dan ibu kembali berkerja (lagi).
Ahh, betapa
letihnya hari itu, namun ayah dan ibu (masih) terlihat bahagia, aku
menemukannya sekarang, begitu pentingnya menjengukmu beberapa hari. Melepas penat
dari hiruk pikuknya dunia ini.
Aku akan
sering menjengukmu ayah, ibu, barang sehari atau dua hari. Maafkan aku belum
bisa memberimu apapun, bahkan sebuah kebanggaanpun aku belum bisa memberinya.
Ayah, ibu,
usiamu kini semakin senja, mohon beri aku izin untuk membahagiakan kalian
terlebih dahulu, dan memberikan kesempatan hingga kepada si bungsu untuk bisa
berbakti kepadamu dahulu, aku meminta pula kepada Allah, semoga doaku ini
dikabulkan-Nya.
Ayah, ibu,
beberapa hari ini terasa begitu penat, seperti beban ini begitu banyak, padahal
bebanmu masih lebih besar dari beban yang ku pikul, bukan?. namun bolehkah aku
menemuimu beberapa hari saja?. Maaf jika aku terkesan egois padamu, datang
ketika aku terpuruk dan pergi ketika aku membaik. Ahhh, anak ini.
Rabu, 02 Juli 2014
segores tinta tuk sang perindu
Ketika cinta menyapa
Tak seorangpun mampu menghindarinya
Ketika cinta menyapa
Segalanya menjadi indah terasa
Ketika cinta menyapa
Semua kan dilakukan agar yang di cinta bahagia
Cinta, cinta , cinta,,
Satu kata yang penuh dengan misteri
Yang tak seorangpun
mampu menafsirkannya
Ketika cinta menyapa
Seorang yang keras
hatinya bisa berubah jadi lembut
Seorang pemarah bisa jadi peramah
Seorang yang kikir berubah jadi dermawan
Seorang yang jahat bisa berubah jadi baik
Tempat yang buruk jadi surga
Hati yang sedih jadi gembira
Cinta, cinta, cinta,,
Tak seorang pun mampu melukiskannya,
Tak seorang pun mampu menjabarkannya,,
Karna itulah cinta
Penuh dengan misteri
duhai sang perindu cinta...
bersabarlah dalam menanti
jangan sampai cinta yang suci itu ternodai oleh ketidak sabaranmu
dengan mengutamakan nafsu dari pada menahan pandanganmu
cintailah seseorang yang dengannya kau akan semakin mencintai Tuhan mu
sambutlah cinta itu jika dengannya kau akan menjemput keridhoan-Nya
Kamis, 06 Maret 2014
doaku
Tuhan..beri tahu ayahku bahwa aku merinduinya, juga beri tahu ibuku bahwa akupun merinduinya. aku takut nafasku tak lagi ada ketika aku masih belum menemuinya.
Tuhan, sungguh hanya Kau yang tahu kapan nyawaku ini akan kau ambil,
Tuhan..setidaknya izinkan aku melihat ayah ibuku bahagia dengan atau tidak dengan perbuatanku,
jika mereka mendahuluiku pergi menghadapMu, tolong izinkan keduanya aku bahagiakan dulu..
Tuhan..saat ini kami sedang tidak bersama, selalu lindungi keduanya, buat keduanya bahagia, sehat, dan di berikan kelapangan rizki..
Tuhan, aku ingin segera menyelesaikan studiku dengan cemerlang, ku mohon jauhkanlah aku dari sifat malas yang masih menyelimuti diriku..meski aku tahu ia mencintaiku tapi ku mohon pisahkan kami selamanya, rasa malas itu !
Tuhan..titip salam rinduku untuk Ayah, Ibu dan saudara-saudariku..semoga kami senantiasa berada di bawah naunganMu, terus menjadikan Engkau sebagai prioritas kami,, aamiin
Tuhan, sungguh hanya Kau yang tahu kapan nyawaku ini akan kau ambil,
Tuhan..setidaknya izinkan aku melihat ayah ibuku bahagia dengan atau tidak dengan perbuatanku,
jika mereka mendahuluiku pergi menghadapMu, tolong izinkan keduanya aku bahagiakan dulu..
Tuhan..saat ini kami sedang tidak bersama, selalu lindungi keduanya, buat keduanya bahagia, sehat, dan di berikan kelapangan rizki..
Tuhan, aku ingin segera menyelesaikan studiku dengan cemerlang, ku mohon jauhkanlah aku dari sifat malas yang masih menyelimuti diriku..meski aku tahu ia mencintaiku tapi ku mohon pisahkan kami selamanya, rasa malas itu !
Tuhan..titip salam rinduku untuk Ayah, Ibu dan saudara-saudariku..semoga kami senantiasa berada di bawah naunganMu, terus menjadikan Engkau sebagai prioritas kami,, aamiin
ketika hati tak berisi
pagi ini tepat pukul 08.53 wib, terlintas sebuah pemikiran tentang "siapa aku?", "kenapa aku bisa hidup di dunia ini?", "untuk apa aku hidup ?", dan semua pertanyaan lain yang terlintas pagi ini,,
berusaha terus optimis dalam menjalani hidup, tapi..monster mengerikan yang berkembang biak di kepalaku menghambat semua itu..rasa takut, rendah diri, pesimis dan semua faktor X itu selain menjadi monster ia juga berperan sebagai penyakit yang tak terobati. berulang kali aku bilang ingin maju tanpa ragu, ingin memulai hidup baru setiap hari, ingin memperbaiki diri, ingin ini dan itu tapi apa? semua hanya omong kosong. kenyataannya adalah aku masih seperti aku yang di kepalanya masih banyak ternak-ternak monster itu yang tak berhenti berkembang biak.
berusaha terus optimis dalam menjalani hidup, tapi..monster mengerikan yang berkembang biak di kepalaku menghambat semua itu..rasa takut, rendah diri, pesimis dan semua faktor X itu selain menjadi monster ia juga berperan sebagai penyakit yang tak terobati. berulang kali aku bilang ingin maju tanpa ragu, ingin memulai hidup baru setiap hari, ingin memperbaiki diri, ingin ini dan itu tapi apa? semua hanya omong kosong. kenyataannya adalah aku masih seperti aku yang di kepalanya masih banyak ternak-ternak monster itu yang tak berhenti berkembang biak.
Langganan:
Komentar (Atom)